Saturday, January 31, 2015

Trip Rasa Beda: Tanjung Puting

Saturday, January 31, 2015
Sebagai negara kepulauan, mudah sekali menemui pantai di Indonesia. Bagi yang berdomisili di Jakarta, tak usah jauh-jauh jika ingin menikmati indahnya laut yang jernih disertai dengan hamparan pasir putih. Tinggal menyebrang ke gugusan Pulau Seribu dan pilih saja pulau mana yang hendak dikunjungi. Ada Pulau Tidung yang memang lebih ramai dari pulau lainnya, Pulau Harapan, Pulau Pramuka. 
Pulau Tidung
(gambar diambil dari sini)
Atau jika memang ingin lebih menyendiri bisa ke Pulau Perak, Pulau Macan, atau Pulau Bira. Ada banyak pilihan. Itu di Jakarta. Di daerah Gunungkidul, juga berjejer belasan pantai-pantai. Tiap pantai memiliki keunikan sendiri. Kalau ingin berenang bisa ke Pantai Krakal. Kalau ingin panjat tebing, bisa ke Pantai Siung. Kalau ingin menguji adrenalin dengan menaiki gondola yang hanya memiliki kapasitas satu tempat duduk, bisa ke Pantai Timang. Pendeknya, tak susah jika ingin mantai di Indonesia.
Pantai Timang
Sebagai negara yang membentang di jalur ring of fire, Indonesia memiliki banyak gunung berapi yang masih aman untuk didaki. Tapi tenang saja, tak semua gunung yang ada di Indonesia merupakan gunung berapi. Di daerah Jawa Barat saja ada lebih dari sepuluh gunung, gabungan dari gunung berapi maupun bukan. Gunung Gede, Gunung Pangrango, dan Gunung Papandayan cocok untuk pemula. Bergeser ke Jawa Timur, ada Gunung Semeru yang menjulang dengan gagahnya. Bergeser ke timur lagi, ke arah Pulau Lombok, berdirilah Gunung Rinjani yang sangat anggun.
Danau Segara Anak dilihat dari puncak Rinjani
Lautan awan dilihat dari Mahameru
Pendeknya, kalau ingin berwisata ke gunung atau pantai, negeri ini menyajikan banyak pilihan. 
Tapi kalau ingin berwisata menyusuri sungai, tinggal di atas perahu klotok sambil melihat flora dan fauna endemik, Tanjung Puting adalah tempat yang tepat. Itu sebabnya aku ingin sekali berkunjung ke Tanjung Puting. Sebenarnya, daya tarik utama Tanjung Puting adalah adanya pusat konservasi orangutan. Terletak di jantung hutan Kalimantan Tengah, kita bisa bertemu dengan orangutan liar. Taman Nasional Tanjung Puting sebenarnya memang sudah mendunia. UNESCO bahkan sudah menetapkan taman ini sebagai Cagar Biosfir pada tahun 1977. 
Membayangkan bisa menyusuri sungai yang teduh karena dipayungi oleh pepohonan lebat, trekking di dalam hutan (kalau aku beruntung mungkin aku bisa melihat kantung semar, tumbuhan pemakan serangga), sampai menyaksikan orangutan di habitat alaminya merupakan paket lengkap yang bisa kita dapatkan hanya dengan berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting. Mudah-mudahan tahun 2015 ini aku bisa berkunjung ke sana.
Sungai Sekonyer di Taman Nasional Tanjung Puting
(gambar diambil dari sini)
Menaiki perahu klotok
(gambar diambil dari sini)
Orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting
(gambar diambil dari sini)
Tentu saja perjalanan ke Tanjung Puting harus diabadikan lewat foto. Kamera yang kumiliki hanya satu, itupun hanya kamera underwater. Kebetulan sekali, Kak Susan dan Kak Adam, salah satu travel blogger favoritku dari pergidulu, mengadakan lomba menulis yang berhadiah kamera. Mudah-mudahan saja tulisan ini bisa menjadi pemenang yang beruntung mendapatkan kamera sehingga aku bisa puas memiliki koleksi foto dan memamerkannya secara maksimal di media sosial untuk perjalanan ini. Amin :D

0 comments:

Post a Comment

 
◄Design by Pocket Distributed by Deluxe Templates
Blogger Templates