Saturday, December 8, 2012
Chaos
Saturday, December 8, 2012
… dan sebuah kesadaran terungkap dalam ketidakwarasanku
Bahwa semuanya hanyalah kesederhanaan sekaligus kompleksitas
Apa yang seharusnya diungkap menjadi dipendam
Apa yang disembunyikan justru dihadirkan
Sederhana karena tiap senti tubuh ini, tiap sel hati ini
Mendambakan kehadiranmu di sisiku
Kompleks karena justru pikiranku yang menentang mati-matian
Kita bersatu
Apa yang diramalkan semesta tentang kita..?
Sebuah keputusan kepala,
Atau keyakinan jiwa…
Sebuah pilihan indah yang menghadirkan turbulensi dalam seorang aku
Sistem ini telah remuk Tuan…
Dialami berpuluh kali bifurkasi,
Dan beberapa ratus feedback
Sehingga – percayalah- aku berjalan dalam ketidakstabilan,
Tertawa dalam kepedihan, tersenyum dalam kepahitan
Dalam satu periode, tidak jarang aku mengasingkan perasaanku
Dan menghadapi hidup dengan topengku
Dan di waktu lainnya, aku biasa bercinta denganmu
Dalam ruang simulakrumku,
Mengobati hutang-hutang rinduku, namun sekaligus menambah dukaku,
Bahkan dalam bentuk kuadrat
Sebuah bintang dalam bentuk dirimu mengorbit di otakku
Ikut kemanapun rohku bergerak
Perilaku yang sama terjadi dalam hatiku,
Di sana terbingkai dirimu dalam empat dimensi secara mengagumkan,
Itulah simulakrumku, tempat paling favorit…
Mungkin kecanduan ini sudah tidak bisa didetoksi
Sekarang perhatikan kata-kata yang telah kususun
Adakah sesuatu yang keliru, adakah kulanggar hak asasi orang lain
Adakah kini diriku dimengerti…?
Lupakan definisi namun pahami
Hilangkan impuls-impuls dalam pikiranmu,
Hapus segmen-segmen masa lalu,
Dan pahami diriku berulangkali hingga tak terbatas…
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment